Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Myspace button
Digg button
Flickr button

Banyak yang Merasa Kehilangan BSH

Filed Under (Uncategorized) by admin on 13-03-2010

Budiman S Hartoyo adalah sosok muda yang garang, sastrawan yang membawa warna daerahnya di awal tahun 70-an, Banyak yang masih bisa mengenang lelaki dengan rambut panjang dengan perawakan tegap walau tidak terlalu besar badanya. Sugiono MP salah satu kawan juniornya menceritakan itu. Menurut Sugiono saat itu bersama sastrawan dan wartawan lainya BSH nama akrabnya saat bergabung dengan Majalah Tempo asuhan Gunawan S Muhamad (GM) saat itu, menjadi salah satu tempatnya bertanya dan belajar.

Di masa pensiunya sebagai wartawan Tempo BSH tetap menggambarkan sosok yang tegas, rendah hati dan sensitif terhadap berbagai ketidak beresan, terutama di tubuh wartawan sendiri, Sebutan bodrex yang diambil dari merek dagang obat sakit kepala sering dilontarkan untuk menggambarkan wartawan yang tidak profesional dan tidak bermartabat, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah. Sampai akhir hayatnya keinginan untuk membenahi jati diri wartawan Indonesia tetap menjadi obsesinya yang belum bisa diwujudkan.

Melalu PWI Reformasi, wadah organisasi profesi wartawan yang didirikan tahun 2000 bersama banyak tokoh pers dan tokoh nasional lainya BSh terus melakukan upaya untuk mewujudkan cita-citanya menghadirkan wartawan yang profesional, independen dan bermartabat. Kendala yang sangat besar justeru datangnya dari pelaku media sendiri, baik dari wartawan maupun lembaga usaha media. Salah satu yang cukup membanggakan adalah kegigihanya yang tak pernah menyerah untuk mewujudkan mimpinya tadi, walau rintangan dan kekecewaan setiap saat mendera .

Dari kiprahnya kita melihat begitu banyak kalangan yang mengenal BSH, terlebih di lingkungan wartawan sendiri. Dari Aceh sampai Papua, kita bisa menangkap ucapan bela sungkawa atas kepergian orang yang untuk sebagian menyebutnya Buya juga ada yang memanggil Begawan—sah-sah saja karena setiap orang memiliki persepsi yang belum tentu sama tentang sosok seseorang. Tetapi jelas bahwa banyak yang merasa kehilangan atas kepergian BSH. Kita bisa melihat di milis-milis dan juga melalui jejaring sosial, menggambarkan luasnya pergaulan BSH semasa hidupnya.

PWI Reformasi organisasi profesi wartawan yang didirikan dan dibesarkanya, setidaknya kini berusia 20 tahun. Pada awalnya didirikan sebagai upaya untuk menyatukan gerakan reformasi di tubuh PWI, organisasi wartawan yang semasa kekuasaan Orde Baru merupakan satu-satunya organisasi wartawan dan menurut pandangan beberapa pihak ikut bertanggungjawab atas kelanggengan rejim represip militerisme itu, karena seharusnya pers menjadi anjing penjaga penyalahgunaan kekuasaan.

Tentu saja kita telah banyak merasa kehilangan orang-orang yang memberikan dedikasinya untuk membangun pers nasional yang profesional, independen dan bermartabat tadi, sebut saja nama Mochtar Lubis dengan Indonesia Rayanya, serta nama-nama besar lainya. BSH lebih dikenal di kalangan jurnalis dan sastrawan. Pergaulanya cukup luas, bukan hanya dari generasi seangkatanya, tetapi meintasi berbagai usia antar generasi. Kita bisa menyimak bagamana BSH juga mau untuk meladeni diskusi dengan PemredTribun Banten Ade Hajari yang usianya hampir sepertiga dari BSH. Itulah BSH yang tak mengenal strata dan tak rikuh dengan generasi muda.

Wajar saja jika banyak wartawan dan sastrawan yang merasa kehilangan atas kepergianya. Salah satunya wartawan Antara yang tinggal di Papua Wilem Yobie yang cukup akrab BSH mengatakan bahwa bagi kita yang penting adalah meneruskan cita-cita luhur BSH untuk masa depan jurnalisme di tanah air, yang menurut pengamatan BSH semasa hidup sangat memprihatinkan, karena lemahnya idealisme wartawan, turunya profesionalisme dan independensi sementara modal dan kekuasaan terus menggerus jati diri pers nasional semakin intens dan masiv.

Banyak yang Merasa Kehilangan BSH

Filed Under (Uncategorized) by admin on 13-03-2010

Budiman S Hartoyo adalah sosok muda yang garang, sastrawan yang membawa warna daerahnya di awal tahun 70-an, Banyak yang masih bisa mengenang lelaki dengan rambut panjang dengan perawakan tegap walau tidak terlalu besar badanya. Sugiono MP salah satu kawan juniornya menceritakan itu.Menurut Sugiono saat itu bersama sastrawan dan wartawan lainya BSH nama akrabnya saat bergabung dengan Majalah Tempo asuhan Gunawan S Muhamad (GM) saat itu, menjadi salah satu tempatnya bertanya dan belajar. Read the rest of this entry »

BSH Telah Pergi

Filed Under (Uncategorized) by admin on 12-03-2010

Setelah lama terbaring sakit di BSH Tekah Pergi Setelah lama terbaring sakit di Rumah Sakit Islam Jalan MH Thamrin Jakarta, deklarator dan pendiri organisasi wartawan Budiman S Hartoyo menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam 14.00 Kamis (11/3) Sebelumnya BHS dirawat di rumah sakit Thamrim Jalan Selemba Tengah Jakarta dan pindah ke RS Islam. Read the rest of this entry »

Serba-Serbi HPN

Filed Under (Uncategorized) by admin on 11-02-2010

Ketua PWI Margiono Cium Tangan Presiden Sby

Ketua PWI Margiono Cium Tangan Presiden Sby

Sumbar : Facebook

PWIR Menolak HPN

Filed Under (Uncategorized) by admin on 10-02-2010

PWIR-Ketua PWI Reformasai Korda Jakarata menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional serta pengutuk pemecatan sepihak wartawan dan karyawan harian Berita Kota pasca akuisi media itu oleh Kompas Gramedia Grup.

Berikuat pernyataan lengkapnya: Read the rest of this entry »

Korda DKI Pindah Alamat

Filed Under (Kabar) by admin on 07-02-2010

PWIR-Mulai Senin (8/2) besok, sekretariat Kordinator Daerah PWI Reformasi DKI Jakarta secara resmi akan pindah alamat ke Jl. Rawasari Barat No. E281, Jakarta Pusat dari alamat sebelumnya di Gedung Graha Pena Jakarta Selatan. Perpindahan alamat ini dilakukan untuk semakin memperkuat kelembagaan, sekaligus untuk memenuhi standar yang ditetapkan Dewan Pers, serta peingkatan pelayanan baik untuk internal maupun eksternal.

“Mudah-mudahan, sekretariat ini memenuhi standar yang ditetapkan oleh Dewan Pers” jelas Asep R. Iskandar ketua PWIR Korda Jakarta. Read the rest of this entry »

Statemen Tentang HPN

Filed Under (Kabar) by admin on 07-02-2010

Logo PWIRBerikut saya muat ulang Statemen PWI Reformasi tahun 2000 (10 tahun lalu)

Statement PWI-Reformasi tentang penolakan Hari Ulang Tahun PWI tanggal 9 Februari sebagai “Hari Pers Nasional”. Arsip PWI-Reformasi, 1 Februari 2000).

Sehubungan dengan rencana penyelenggaraan Hari Pers Nasional 9 Februari 2000, sebagaimana telah dilaporkan oleh Saudara Tarman Azzam, ketua Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI-Ordebaru) kepada Presiden K.H. Abdurrahman Wahid pada hari Selasa, 4 Januari 2000, dengan ini PWI-Reformasi menyatakan: Read the rest of this entry »

PWIR Kalsel Lakukan Konsolidasi

Filed Under (Uncategorized) by admin on 29-01-2010

Tagged Under : ,

PWIR-Menindaklanjuti hasil kongres V PWI Reformasi yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 Januari di Graha Wwisata Ragunan Jakarta Selatan, pengurus PWI Reformasi Korda Kalimantan Selatan (Kalsel) langsung menggelar konsolidasi organisasi di daerahnya Kamis (28/1). Hal ini menurut Ketua PWI Refornasi Korsda Kalsel Samsul Maarif, S.Ag. juga untuk menindaklanjuti himbauan kornas sebagaimana yang disampaikan oleh Sekjen Kornas PWIR Yaya Suryadarma. Read the rest of this entry »

Kembali, Kekerasan terhadap Wartawan.

Filed Under (Kabar) by admin on 27-01-2010

Sumut-PWIR, Kekerasan terhadap wartawan yang marak di tahun 2009 lalu, nampaknya masih terus berlanjut dan tak ada tanda akan mereda. Wartawan An TV Sony Daulay Rabu (27/1) sore sekira jam 14.00 mendapatkan bogem mentah saat melakukan peliputan di lingkungan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padangsidempuan Sumatra Utara. Pelaku yang mengaku saudara dari pejabat setempat memukul sony dari belakang. Read the rest of this entry »

PRESS RELEASE PWI REFORMASI

Filed Under (Uncategorized) by admin on 27-01-2010

Giatkan Advokasi Wartawan Korban Kriminalisasi Pers

Jakarta,- Advokasi untuk Imbang Tua Siregar, korban kriminalisasi pers oleh Dahnial Kabag Umum Pemerintah Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara akan terus dilakukan hingga pelaku utama ditahan.

Demikian salah satu hasil Rekomendasi Kongres ke V PWI Reformasi, di Jakarta, Sabtu malam (23/1). Kongres dilaksanakan dari 22-24 Januari 2010. Read the rest of this entry »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes